Showing posts with label motivate. Show all posts
Showing posts with label motivate. Show all posts
0

Inconsistency?

It's almost end of february and I just posted one story (Maybe next time I'll tell what I had lately based on its date, yeah some like cheating to make my blog continuously written wish I had spare time to post it, it's written on my mind already, what-to-write, what-to-show)
So, trying to fulfill my promise to my self (at least) being consistent of what I had decided. First, I want to talk about my blog's tittle, it is Memoirs of Imperfection, that had impression the blog of imperfect side of me. I just realized it and it should be true. but as a matter of fact most of all who read my blog said this blog is story about perfection. I got the point. I bravely lie to my self.
and the second is, the effect of what I've done lying to my self (sometimes) pretend to be happy. sometimes feeling so grateful, shown in this as the words I said, it being tested...and being consistent is the only way to face it.
okay, let's think about something lead to consistency. . .
I won't write anything, but I let you imagine how consistency can bring character, and character is some powerful thing to achive,




am I desperate now? NO, I just try being consistent, and it so damn hard
0

my mood-booster

hey... there's something new at my desk,


look closer....


closer...and closer...



yup... young family on graduation day... what a lovely picture, when my mom was 25 and my dad 28, and little-me wore graduation hat was 2 years-old... I feel hope, passion, happiness, dream, struggle, successful, flower... ahhh any word can describe? such mood-booster for me when I sick and tired doing my thesis, so... it's on purpose I put my to do-list between those photos...looking little-me wear graduation hat, looks like my parents' hope,the passion to complete their study is soo big, in case postpone for married and having a child, it's happiness when they took the dream with struggle. This is a picture of successful that I must achive, you're biggest motivator for me, I'm so proud having parents like you, you're the best parents ever!

with love,
0

Hello December


Hello December! I guess some of my college friends are happy today and waited for this lovely month, It's graduation month and right on 1st day of desember the ceremony is held... well, even I loose my target to graduate this year, I'm happy for you guys
You still can find me at campus if you miss me anyway, wkwkwkwk... in a couple month I enjoy my life as student college, you guys must be envy to me (devil laugh) did I said "I'll be missing these things" before?

Let's talk about future. To face the real life, struggle way is needed to accomplish your life and also being perfect, any mistakes that you made is big price to pay, unlike student do, where mistakes made to be learnt (whoaa... so, the pressure that I had while doing my thesis, it is just a little part huh? big thanks for my lecturer). It doesn't mean when you graduated you stop learning from mistake, it's just make different impact when you do a mistake, I'm talking about responsibility too. Sure, everybody learn their every-day-life-lesson. Well, that was my humble opinion of working-life, I wonder is it monoton or dynamic life? sometimes I found working people need more holiday than student do, does it mean they easily get bored because monoton life? ehehee...

I used to be the one who doens't have visionary way of life like others. Since I know how perfectionist I am, hahahaa stubborn is fixed most : failed in planning something or don't get what I want is giving huge negative impact for me, easily breakdown and upset... looks like I would not make any decision for future, until I Learn My Lesson that life ain't that damn hard when you love it..

Yesterday for today, today for tomorrow

someone comes, and it remind me with his magic words this morning, yes it is something for me! Brighten up my december morning, happy to the max! (lebay)
Thanks God for blessing me with beloved person around, need extra understanding to stay beside me, ehehe...


0

Lovely Monday Morning

Good morning! it's monday morning and Love is in the air... I feel blessed when I woke up this morning,

the routines that I had...
like mom's yell or daddy's tickle to wake me up...
had shower and drink a cup of tea, made by mom
having breakfast with dad's chooice whoooaa fried banana is today's menu,
and when my mom made the busy-morning atmosphere at home to prepare my lunch box (rrrt..college student, still need it anyway)
and make sure I'm not get hungry in the campus, what kind of place she thought I would go to?!, it's just campus
when my father started to warm up the engine, checked whether the fuel is full, and kind of macine stuff so my car is ready to go,


this is too much, and I sink of their love... a 22-years-old-girl still had those things, uncommon..
I love to see mt. pangrango at sentul highway, and fortunatelly I go to the oposite dirrection of busiest route : jakarta-bogor,
I love to sing along in the car
I love to race at highway (ooopps)
I love to see my greeny campus
I love to sit at the coolsite
I love to meet my everyday-partner (hahahaa..3 of us as one item)
I love to eat my mom's lunch box

I don't know why, but today I feel "soon I will miss these things"...
3

Writing (hate or love it?)


ini salah satu tugas writing di kelas TOEFL preparation saya, temanya gampang banget, self potrait, we don't need any extra knowledge to finish them all, ada 5 paragraf, yang pertama tentang perkerjaan/pendidikian kita, kedua keluarga, ketiga hobby/interest, keempat experience, dan yang terakhir cita-cita kita mau jadi apa nantinya... That simple! seharusnya saya bisa lebih banyak menulis tentang diri saya, in fact, kotak yg disediain aja masih longgar, temen saya aja, kalo boleh nambah kertas, dia bakal nulis berapa halaman ya,,, tiba2 saya jadi desperate in writing, hahahaa untung aja ga banyak coretannya, sudahlah ga bisa nulis, englishnya sampah pula, mau jadi apaaa...

se simple itukah saya...? (sepertinya iya iihh..) diinget-inget review draft seminar/skripsi saya dari dosen pembimbing bilangnya saya ini "kurang berani" dalam menulis, maksudnya, hal-hal yang emang mutlak bener aja yang ditulis, hal-hal ambigu yang memancing kontroversi ga ditulis, hehehee...abis saya mikirnya namanya juga karya ilmiah, pasti kan nulis berdasarkan fakta yang terbukti oleh teori, kalo yang melenceng...hummm cukup dibahas hipotesis knapa dia melenceng aja, that's it.. kalo saya tambahin opini-opini saya bisa2 dari yang ga penting sampe ga masuk akal ditulis, ehehehee..

tapi saya punya asusmsi, writing itu, sama halnya speaking, bakal jadi menarik dan berbobot kalo kita punya pengetahuan alias "isi" kepala, ga sebatas sama apa yang diomongin setidaknya kita ga bingung buat nyari kosakata buat memperkaya writing/speaking kita, pengalaman apalagi, menarik banget kalo ngomongin sesuatu berdasarkan pengalaman, terlihat lebih real dan bukan sekedar ngomong nyampah aja, ketertarikan pada apa yang kita omongin juga bisa membuat writing/speaking kita lebih hidup...pastinya kita bakal nulis/ngomongin hal itu berapi-api dong...lancaaarr aja, kebiasaan nulis/ngomong juga jadi faktor x nya juga, ga perlu lagi nervous atau mikir hal yg teknis lagi, kadang-kadang nih...mood juga mempengaruhi kualitas tulisan kita dan yang terakhir mesti PeDe ngomong sama nulis..

salah satu atau salah dua kriteria yang saya sebutin tadi ga ada, menyebabkan gangguan dalam menulis, hahahha catet : sebatas gangguan lhoo... sag mal, saya ga punya pengetahuan dan blum pede buat nulis.. tapi saya lagi mood nulis... nahlhoo... bisa jadi hasilnya kayak postingan saya ini, hahahaha karna mood : ide saya ada, karna ga ada pengetahuan : jadilah posting nyampah, banyak tulisannya tapi isinya gitu2 aja, blum pede nulis : kecepatan menulisnya lambat, hahahaa... perlu edit sana sini dulu... itu salah satu contohnya.

well, kembali ke paragraf pertama, dan analisis masalah writing/speaking di paragraf sebelum ini...berarti saya itu...
ga punya pengetahuan atas diri saya sendiri...
ga punya pengalaman terhadap diri sendiri
ga punya ketertarikan pada diri sendiri
ga punya kebiasaan nulis
lagi ga mood nulis
apa ga pede nulis....

mana yang bener?

it's motivate me


si mbo jamu ini salah satu orang yang paling konsisten yang saya tau, di samping mang jaka yang jualan bubur, hehehe...karna dari jaman saya SD sampe mau lulus kuliah, si mbo ini ga cape2 jualan jamu, jamu gendong lengkap dengan kebaya dan konde nya, tiap pagi pasti dateng ke rumah saya... bisa jadi si mbo ini juga bertanggung jawab atas badan saya yg bengkak inii,, gara2 jual jamu yang buat anak2 dulu itu yang jaman2nya dicekokin biar nafsu makan, mencari pembenaran nah sekarang saya udah "gede" gini ditawarin jamu langsing *doh benar2 strategi penjualan yang bagus, dan mesti ditiru, wkwkwk
ke-konsisten-an nya ini membuahkan hasil lhoo... anaknya bisa dia sekolahin sampe perguruan tinggi, hasil jerih payahnya gendong2 jamu...
sekitar 2 hari yang lalu saya ngobrol sama si mbo,
"mba ina lagi libur tho? apa selesei sekolahnya"

"udah selesei kuliahnya mbo"
(saya ga boong lhoo...emang saya ga ada kuliah lagii, cuma ngerjain skripsi, ehehehe)

"oooaaallaaa... alhamdulillaaaaahhh "
okay, obrolan ini emang ga penting, tapi saya ga bisa mendeskripsikan bagaimana ekspresi si mbo jamu di kalimat terakhirnya, silau saya ngeliat senyum bangga dan tulusnya, serasa saya anaknya beneran... suddenly I feel blessed, for people around me... :)

thank you mboo..it's motivate me,


Today's Quote

abis blogwalking, nyari inspirasi, mata saya tertuju sama quote ini, sepertinya kata2 ini ga asing buat saya, it's remind me to someone, ya... someone had told me about this before... sekitar 4 tahun lalu kurang lebih.. seseorang yang sangat berarti buat hidup saya, yang bisa membuat saya jadi wanita yg (cukup) tegar dan kuat dengan caranya yang baru saya bisa mengerti belakangan ini, padahal sebelumnya saya bisa nangis darah dengan sikap dia, dan ga pernah ngerti dengan cara berfikir dia yang dulu menurut saya terlampau visionaris dan kejauhan banget, saya sempet mikir ni orang segitu takutnya sama masa depan yang dia simulasi sendiri, kan blum tentu bener apa ngga, itu yang selalu saya perdebatkan sama dia, sampe dia bilang

Kemaren untuk hari ini, hari ini untuk besok

that simple, and I'm so late understanding his though hahahaa ya, ga ada di kamus dia gimana nanti, tapi nanti gimana..and fair enough kalo dipikir pake logika dibanding saya yang lebih cendrung pake hati menghadapi keputusan dia selama 3 tahun dia pergi, Jiwa saya emang rada-rada ga sehat, wkwkwkwkwk and now is the turning point, Thank You for your Patience, and Royality, apa yang saya kira selama ini jauh berbeda, dibalik sikap cueknya dia ternyata dia telah me-reserve dengan sangat-sangat-sangat baik dan hampir tidak ada yang berubah dari cinta yang saya titipkan untuk dia 4 tahun yang lalu, Terima Kasih untuk menjaganya, but I'm a bad girl that you don't deserve within.. dia berhak atas kehidupan dia sendiri, dia berhak untuk mengejar cita-citanya walaupun saya tau akhirnya dia membunuh perasaan dia sendiri, semoga dia mendapatkan yang terbaik, setimpal dengan apa yang telah dia korbankan, just go on....Thank you for make me strong, seharusnya saya malu dengan kebaikan yang telah dia perbuat untuk saya, saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk dia dan merelakannya...

okay, back to quote, quote itu dia bilang pas jaman2nya saya lulus SMA dulu, dan bingung mau masuk universitas mana, karna sebelum SPMB saya sibuk ujian mandiri masuk sana-sini dan akhirnya saya keterima di telkom-bandung, pada hari yang sama saya mau hijrah ke bandung, adalah hari pengumuman SPMB, saya ga begitu tertarik, karna menurut saya bener-bener out of reach dah universitas yang saya mau itu (dulu, IPB 75% PMDK, 25% SPMB) rasionya kecil menurut saya, hahahaha... atas bujukan mama, akhirnya saya check juga, dan keterima... (_ _") ga tau mesti seneng apa ngga, saya bener2 bingung pada waktu itu, "two chairs" in front of me, curhatlah saya sama dia... tegas banget kata2nya, pilih yang saya mau. karna itu yang jalanin saya katanya. shock terapi buat saya yang indecisive maju banget pemikiran dia saat itu, ya iya dia aja nyaranin saya kuliah diluar negri kayak dia sekarang, berhubung jadi "harapan jaya" too risky kalo orang yang kemampuannya biasa-biasa aja seperti saya belajar diluar, bisa-bisa rugi bandar, ga balik modal, hehehehe.... sejak 4 tahun keputusan kuliah di ipb saya ambil, ya saya harus mempertanggungjawabkan keputusan saya, meskipun banyak molor waktu lulusnya, percaya deh mama, papa, banyak yang saya dapet dari sini


with love,
0

life's lesson


well, things don't always turn out that way.. saya termasuk orang yang perfectionis, mau segalanya berjalan sesuai dengan rancangan yang udah saya buat, maksudnya si gitu... tapi kadang orang terdekat saya, bahkan orang tua saya mencap saya sebagai anak yang keras kepala..ga jarang sikap ini membuat saya stress juga, namanya juga hidup, identik dengan sifat dinamisnya, kadang ga sesuai dengan apa yang kita mau, manusia boleh berencana tapi Tuhan tau mana yang lebih baik gitu kata orang tua...

Ada baiknya kalo kita sabar, dan ikhlas. yes, it's two simple thing dan kedengeran klise banget (dulu menurut saya) tapi sekarang saya bener2 tau kalo dua hal itu emang sikap yang paling ampuh buat ngejalanin hidup , that's life's lesson kita ga akan bener-bener tau apa rasanya sampe kita yang ngalamin sendiri.

I'm in comfort zone, dan lagi males-malesnya bergerak dari satu situasi ke situasi lainnya, mencoba ga mengganti posisi, tapi yaaa mana bisa begini terus, bisa2 ditabrak kalo ga ikut lari,.. Oke, saya lagi ngomongin nasib SKS skripsi dan seminar saya,
and the important point is, schedule yang udah kita rancang sebaik-baiknya meleset terlalu jauh.. jalannya ga semulus apa yang kita rencanain, entah dosen saya sakit, proposalnya tembus (lho?!), jadi waktu ketemunya ga dapet2, data analisis blum ada, dan yang terakhir, ibu teman satu penelitian saya sakit parah, dan dia mesti pulang.. dosen pembimbing saya langsung minta temen saya pulang hari itu juga, and that's mean seminar-sidang kita ditunda sampe teman saya ini pulang, dia minta waktu 1 bulan, humm... di satu sisi, saya dan teman saya bisa aja tetap ngadain seminar dan skripsi tanpa dia, toh dia udah mempersilakan kita buat duluan.. di satu sisi, kita memulai ini dari nol sama-sama, unfair kalo kita ga nunggu dia sebentar aja biar sama-sama selesei juga, dan saya rasa dosen pembimbing saya sebagai bapak ingin memperlakukan anak2nya secara adil...
itu dilema besar buat saya, saya udah capek ngejawab pertanyaan orang-orang kapan lulus? kapan seminar? kapan sidang? dan keadaan ini bukan saya yang mau, ini yang namanya mesti sabar karna keadaan... and it proved, memang mesti begini keadaannya.. ibu teman saya ini meninggal, bayangkan apabila saya paksain unuk tetap ngadain seminar sebelum teman saya itu pulang, apa jadinya perasaan dia..
sampai sekarang saya belum dapet kabar dari dia, smoga dia cepat bangkit dan recover dari musibah yang dia alami.. amiiinnnnn...

belakangan ini saya sering konsultasi ke dosen pembimbing saya, beliau tidak hanya mengajarkan ilmu science yang dibahas sebatas skripsi saya ini, beliau cerita tentang kejadian yang dia alami sehari-hari, seperti bapak yang bercerita ke anaknya selesai pulang kerja, toh beliau sendiri yang bilang, kalau kita ini sudah tidak dianggap sebagai anak bimbingannya tapi dianggap sebagai anak kandung sendiri, it's really touch me..

apa yang saya dapat dari beliau, ilmu kehidupan tentang orang lain dan diri sendiri, serta sang pencipta... then never regret about decision that we had if it doesn't turn out our way, just wait and see what happen next, you'll be more and more grateful of being patience,
sometime we no need to be a rush, it's time that makes your heart bigger to accept everything, even the bad one,

0

indecisive

saya anak tunggal, dan saya sangat sulit membuat keputusan.

Mungkin untuk sebagian orang statement tadi memiliki korelasi yang cukup kuat, karna biasanya si anak tunggal ini biasa dikendalikan oleh orang tuanya,semua perhatian tercurah untuk si anak dan si anak tinggal terima beres. Tapi posisi yang saya punya ini jauh berbeda, orang tua saya adalah orang tua yang luar biasa. Mereka memutuskan berkeluarga di usia muda (mungkin dimulai seumur saya sekarang ini), sampai sekarang mereka mempunyai cara sendiri untuk mendidik anak mereka, dan menurut saya berhasil. Meskipun saya anak tunggal, mereka memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada saya atas keputusan yang telah saya ambil. Contohnya ketika saya SD dulu, orang tua saya membiarkan saya nonton TV seharian atau main seharian, padahal besok saya harus ujian, orang tua saya cukup mengingatkan saya kalau besok ujian, tidak melarang atau menganjurkan saya main, bagaimana caranya nilai saya nanti bagus, karna menurut mereka saya main2 sebelum ujian adalah keputusan saya, dan saya harus mempertanggungjawabkan nilai saya nanti. it's fully my decision... sampai sekarangpun sampai saya kuliah orang tua saya tidak pernah melarang saya, ataupun memaksa saya harus memilih ini-itu yang baik menurut mereka. Perasaan saya agak sebel juga karna mereka terlalu netral, sampai2 saya berfikir mereka ini sebenarnya peduli sama saya atau tidak. Tapi dengan begini saya memiliki rasa tanggung jawab yang sangat besar dengan keputusan yg saya ambil sendiri, saya harap saya bisa belajar dari semua keputusan yang saya alami.

Sikap ini membuat saya menjadi orang yang bisa dikatakan kurang tegas, apa iya orang-orang disekitar saya terlalu sayang sama saya, karena setiap saya tanya pendapatnya, semua netral. Belakangan ini saya mengalami dilema yang cukup besar, saya benar2 tidak tau harus bagaimana, dan saya insist ada orang yang saya tanya punya satu jawaban dari masalah ini, bukan saran/pendapat lagi,
ini jawaban salah satu teman saya :
[P]
[N]
[D]
[R]
[2]
[L]
ini tuas yang ada di mobil matic", katanya, "sekarang lo ada di posisi netral, tinggal lo pindahin tuasnya, mau maju, mau mundur, lo pas-in posisisnya"
"kalo nabrak gimana? gw kan perlu orang disekitar gw sbagai spion, biar pas" kata saya
"biar lo rasain dulu, rasanya nabrak gimana, dengan begitu lo tau harus terus maju ato mundur" kata teman saya


saya anak tunggal, dan saya sangat sulit membuat keputusan.

sekarang saya sudah mengambil keputusan, dan saya sudah memindahkan tuas saya dari posisi [N], life must go on...


0

It's a wrap

It's a wrap!
untuk sementara ini.. haahaha tapi saya seneng banget (sampe gabisa tidur inii) bisa nyelesein draft skripsi saya ini total bener-bener 3 hari lhoo...wow, biar kata baru 89%'an lah, karna data yang diolah blum kelar juga...hahahaa yg ini urusan dosen saya yg lebih berpengalaman menghandle data saya yang beantakan inii..

uwoooooo... saya sedikit terharu waktu ngetik riwayat hidup saya sendiri...

....Penulis lahir pada tanggal 19 Juni 1988 di Bandung, Jawa Barat sebagai putri tunggal dari Ayah bernama Ir. Nursyirwan Muluk dan Ibu bernama Ir. Rahwati Helmi...

hummm..biasa sii, tapi waktu saya nulis itu, saya bisa ngebayangin perasaan orang tua saya kalo baca skripsi saya ini (kalo udah jadi), hahhaaa...ketemu juga motivasi buat nyelesein hal yang paling males saya sentuh belakangan ini, kalo landasan saya nulis karna suka sama materi penelitian saya ini, bisa-bisa berubah format skripsi saya jadi blog (pengalaman)

0

A Second Chance


hhhh... mulai deh postingan gak jelas lagi, padahal saya pernah janji ke diri saya gak akan cerita tentang perasaan di blog ini, tapi saya pikir2 mungkin ini bisa dikategorikan sebagai sebuah pemikiran saja..heheee ngeles padahal si udah gatel ini..

yang saya tau kesempatan kedua itu adalah mengulang untuk memperbaiki dengan belajar dari kesalahan yang sudah dibuat sebelumnya, well we won't know unless we try begitu semangatnya kita untuk memperbaiki diri diawal, ketika kesempatan kedua itu diberikan dan menemukan kembali kesulitan yang pernah kita temui sebelumnya,
mungkin...orang yang menghargai kesempatan kedua itu akan mencoba jalan yang terbaik, berbeda dengan langkah sebelumnya yang pernah dia ambil dulu ketika menjadi kesalahan.. tapi keberhasilan langkah yang diambil selanjutnya menentukan apakah kita tergolong orang yang menghargai kesempatan kedua atau tidak? sayapun merasa gagal dalam menjalankan kesempatan kedua ini...apakah saya ini orang yang benar-benar tidak bisa menghargai kesempatan kedua?
keberhasilan itu kata sifat, bersifat relatif.. buat saya, dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kesempatan kedua sudah cukup menghargai kesempatan itu sendiri...masalah berhasil atau tidak?yaaaa mungkin memang itu apa adanya, atau juga saya benar-bernal GAGAL.. mungkin kita bisa menghargai diri kita dengan mengubah orientasi kesempatan kedua ini tentu saja tidak ada yang namanya kesempatan ketiga bukan???

0

Roses for Mama

Hari Rabu minggu yang lalu wisuda di kampus saya lagi rame-ramenya, yang jualan kalung sampe bunga juga ada, agak sedih juga, berarti bulan september nanti adalah gelombang I angkatan saya di wisuda, lahhh penelitian saya aja masih middle of nowhere apa kekejar yaaa...yah kalo nggak I'm happy for others lahh, hehehee..
naaah knapa jualan bunga? yaaa tradisinya yang wisuda dikasih bunga sebagai ucapan selamat, hummmm....seumur-umur saya gak pernah dikasih bunga so, di wisuda saya nanti bakal jadi moment pertama saya dikasih bunga...asyiiiiiiiikkk.....
*awas aja kalo gak ada yg ngasih

pas saya mau pulang lewat tukang bunga, saya liat mawar merah... mama saya sukaa banget sama bunga mawar, tapi yang cuma sekuntum pernah saya kasih yang satu bucket malah dipisah2in (mama yg aneh) pas hari ultahnya aja dikasih mawar udah lebih dari cukup buat beliau,,,ternyata mama saya ini romantis juga, biar kata casingnya amburadul... baiklah dalam rangka inget sama mama, saya beli 2 tangkai mawar sajaa... trus saya sms si mama, kalo saya beli mawar, bgitu pulang kantor mama lansung ngambil mawarnya trus minta difoto bareng mawar2 ituuu... ckckckckck

pertama gayanya masih 'normal' dan ber-'tema'


terakhir udah mulai ngacoo.....

I love you mamaaa,... I promise you'll give those roses back to me in this year, on my graduation

0

no pain..no gain..


well, what should I write on my progress report? while I'm stuck in this step....,
yuup...saya masih stuck dalam menghitung kadar air yang hampir sebulan lalu dirancang sama-sama...masing-masing sample yang udah ditera ke labu akar 250 ml dari sekitar 30ml alofan bisa-bisa nanti udah abis cuma buat ngukur kadar air, karna nilai dari kadar air nanti yang bakal jadi acuan dalam memilih alofan/fraksi liat untuk aplikasi polutan organiknya...


masing-masing sample duplo, @5ml dan bisa2nya datanya minus..apa mungkin berat cawan kosong lebih berat dari pada cawan yang udah diisi alofan trus di oven?? kalopun alofannya menguap, seenggaknya sama dengan berat cawan kosong dunk...segitunya sebelum ditimbang, cawan kosong dimasukin ke oven dulu...hal2 kecil kayak gini yang ngebuat kami terus2an ngulang...mulai dari lupa masukin cawan kosong ke oven, data minus, range data terlalu jauh...sampe 6 kali ulangan...dan yang hari ini kita ukur minus semuaaa... uulang lagiiii...
semoga besok data nya bener valid dan baguss, so we can move to another step, get it done as soon as possible... ngiri ngeliat temen yang udah seminar...

saya jadi inget waktu dulu jaman SMP ikut ekskul KIR IPA, materi pas pertama kali masuk ya..sifat-sifat yang harus dimiliki ilmuan, dulu apal banget..skarang kurang lebih ini yg saya inget : 1. objektif, 2. jujur, 3. tidak pernah menyerah, 4.selalu ingin tahu..
hal itu ada dalam diri... DOSEN sayaaa...hahahahaaa

apapun kalo dijalani tanpa beban pasti kerasa mudah...I'm so thankful that I'm not alone, so...kita jalanin aja bareng2, selesaiii...
kalo prinsip temen saya : sesuatu yang berharga hanya bisa didapatkan dengan cara yang gak mudah,
saya percaya apa yang kita jalanin skarang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga (lebaymode:on) #motivate-me

Back to Top