Showing posts with label curcol. Show all posts
Showing posts with label curcol. Show all posts
0

Here, your lesson...


Finally, on November 25th
my minithesis seminar held, it already postpone for 3 months since my lecturer scheduled it, and rescheduled over and over, until I get depressed and tired, I can say that I was no longer patient that time, look....my older post, you can see how upset and tired I was, now I just laught it out, hahaha~ ... and thank God, the seminar sucsessfully held, at least I found no difficulties in presentation or answering the question, I wasn't nervous at all, is it because I was so ready? I don't know, I just thought it is something that normally should be happen, and my euphoria of seminar is empty.. well, that was good point, even overall I'm not satisfied yet with my presentation, messy and unformal one I think,

so, here the lesson :
(1) just like my mom said "there's no one can break someone down"
her advice give me energy 1000 times before, recharge me fully, thanks mom... Iwas so naive for blaming someone, and it's totally WRONG
(2) be patient, see what happen next
(3) don't blame anything
(4) sometimes loosing euphoria or not get too excited on what will you do can make you calm, and think wisely, hahaaaa..kinda weird but hey! it proofed, try it...

okay, esspecially on point no. 2 I think I already told it before, hummm so, it's 5th lesson, you will tested of what you said before, be consistent


Ungkapkan Saja...(part II)

pertanyaan yang sering saya hindari belakangan ini, dan jadi masalah buat saya belakangan ini :

udah kerja, dimana?
udah lulus?
kapan wisuda?
kapan sidang?
kapan seminar?

lama-lama saya bisa frustasi sendiri jawabnya, dimulai dari jawab yg serius sampe dibercandain udah dicoba, tapi dua2nya sama2 ngebohongin diri saya sendiri, dalam hati saya miris banget ngeliat temen2 yang udah ngelewatin fase itu, belum lagi ngejelasin satu2 kenapa begini begitunya...bikin naik darah, mau marah...tapi sama siapa? siapa yang salah? dosen saya? atau saya? apa itu yang saya mau?
ga semua orang ngerti kenapanya, keliatannya saya ini nyantai amat, udah 9 smester ga lulus-lulus juga, ngapain aja si? kerjaannya tiap hari ke kampus... saya juga si mikirnya juga gitu dan belum ketemu alasannya, alasannya kenapa semua keliatannya sengaja ditunda-tunda, yang semuanya dihadapi dengan kepala panas, sampe dingin, bahkan beku sekalian, dari mulai yang lapang sampe sempit kayak gini,
walaupun orang tua saya ga pernah tanya (maksudnya ga mau membebani saya dengan pertanyaan seperti itu) dan bilang mengerti 100% sama keadaan saya sekarang, sampe tau postingan saya di ungkapkan saja saya tujukan buat siapa dan kenapa, tapi saya juga miris dengernya kalo papa bilang ke temennya atau orang lain "iya, anak saya kuliah di IPB, udah lulus", atau pertanyaan temen mama "ina udah di wisuda?kapan?" apalagi pertanyaan tetangga "ina udah kerja?" papa/mama saya jawab apa hayo? "belumm" sambil senyum hhhhh.... I hate to see it, apa rasanya jadi orang tua yang anaknya belum lulus juga padahal anak tetangganya yang seumuran udah lulus, padahal mereka mati2an mau nunjukkin kalo anaknya itu yang terbaik, mati2an menyampingkan semua urusan diatas pendidikan anaknya, tapi anaknya belum bisa apa-apa...




0

life's lesson


well, things don't always turn out that way.. saya termasuk orang yang perfectionis, mau segalanya berjalan sesuai dengan rancangan yang udah saya buat, maksudnya si gitu... tapi kadang orang terdekat saya, bahkan orang tua saya mencap saya sebagai anak yang keras kepala..ga jarang sikap ini membuat saya stress juga, namanya juga hidup, identik dengan sifat dinamisnya, kadang ga sesuai dengan apa yang kita mau, manusia boleh berencana tapi Tuhan tau mana yang lebih baik gitu kata orang tua...

Ada baiknya kalo kita sabar, dan ikhlas. yes, it's two simple thing dan kedengeran klise banget (dulu menurut saya) tapi sekarang saya bener2 tau kalo dua hal itu emang sikap yang paling ampuh buat ngejalanin hidup , that's life's lesson kita ga akan bener-bener tau apa rasanya sampe kita yang ngalamin sendiri.

I'm in comfort zone, dan lagi males-malesnya bergerak dari satu situasi ke situasi lainnya, mencoba ga mengganti posisi, tapi yaaa mana bisa begini terus, bisa2 ditabrak kalo ga ikut lari,.. Oke, saya lagi ngomongin nasib SKS skripsi dan seminar saya,
and the important point is, schedule yang udah kita rancang sebaik-baiknya meleset terlalu jauh.. jalannya ga semulus apa yang kita rencanain, entah dosen saya sakit, proposalnya tembus (lho?!), jadi waktu ketemunya ga dapet2, data analisis blum ada, dan yang terakhir, ibu teman satu penelitian saya sakit parah, dan dia mesti pulang.. dosen pembimbing saya langsung minta temen saya pulang hari itu juga, and that's mean seminar-sidang kita ditunda sampe teman saya ini pulang, dia minta waktu 1 bulan, humm... di satu sisi, saya dan teman saya bisa aja tetap ngadain seminar dan skripsi tanpa dia, toh dia udah mempersilakan kita buat duluan.. di satu sisi, kita memulai ini dari nol sama-sama, unfair kalo kita ga nunggu dia sebentar aja biar sama-sama selesei juga, dan saya rasa dosen pembimbing saya sebagai bapak ingin memperlakukan anak2nya secara adil...
itu dilema besar buat saya, saya udah capek ngejawab pertanyaan orang-orang kapan lulus? kapan seminar? kapan sidang? dan keadaan ini bukan saya yang mau, ini yang namanya mesti sabar karna keadaan... and it proved, memang mesti begini keadaannya.. ibu teman saya ini meninggal, bayangkan apabila saya paksain unuk tetap ngadain seminar sebelum teman saya itu pulang, apa jadinya perasaan dia..
sampai sekarang saya belum dapet kabar dari dia, smoga dia cepat bangkit dan recover dari musibah yang dia alami.. amiiinnnnn...

belakangan ini saya sering konsultasi ke dosen pembimbing saya, beliau tidak hanya mengajarkan ilmu science yang dibahas sebatas skripsi saya ini, beliau cerita tentang kejadian yang dia alami sehari-hari, seperti bapak yang bercerita ke anaknya selesai pulang kerja, toh beliau sendiri yang bilang, kalau kita ini sudah tidak dianggap sebagai anak bimbingannya tapi dianggap sebagai anak kandung sendiri, it's really touch me..

apa yang saya dapat dari beliau, ilmu kehidupan tentang orang lain dan diri sendiri, serta sang pencipta... then never regret about decision that we had if it doesn't turn out our way, just wait and see what happen next, you'll be more and more grateful of being patience,
sometime we no need to be a rush, it's time that makes your heart bigger to accept everything, even the bad one,

0

CLBK


CLBK ~ apa tu? bukan Cebok Lama Bersih Kagak, hahahaa (perlu disensor ga ya ini kata2nya) hahahaha... ini perlu tambahan sumber (piska,2010) dibelakangnya, terkait dengan insiden kemaren malam, mereka main dirumah saya pas banget cuma ada kita bertiga dirumah saya, karena hujan yang gede banget dan ada stop kontak yang konslet kena rembesan air hujan di gudang, matilah semua listrik di rumah saya, kebetulan saya lagi di kamar mandi, weeeew... gelap si yaa ga apa2 saya ga sepanik mereka, dan yang bikin ga enak akhirnya saya harus ***** di kegelapan, karna susah juga buat instruksiin mereka buat nyalain listriknya, tambah lagi hebohnya si piska, buat saya jadi buru2.. liat lagi si piska sama mbem kayak apa disini
thanks to piska n mbem, saya bisa melakukan hal blum pernah saya lakukan sebelumnya... what a silly thing lari-lari pake celana kebalik (berhubung dalam kegelapan)

okay, it's a real CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali, hahaha... saya inget dari foto si ganteng ini mengingatkan saya pada cinta lama saya, yang pernah saya buat postingannya di blog ababil jaman dulu,

DOn’t UNderEstiMatE THe LovE In Me !!

tulisannya aja masih 4LaY banget jadi malu sayaaa... lupa pernah begituu, hagsss... sayangnya si ganteng ga se-setia cinta lama saya... tapi aku tetep cinta sama kamu ko ganteeeennnggg, hehehe huueeeekk



0

Desperately Understand

kemarin untuk hari ini, hari ini untuk besok

well, I got it... dia khawatir untuk apa yang akan dia hadapi nanti, bukan khawatir dengan apa yang telah dia tinggalkan, why am I so late in understanding his thoughts ? however, Thank You for giving me time to understand

with love,
0

Terima Kasih Hujan...


Hari ini ujan gede parah dan awet gerimisnya sampe sekarang, dan sangat berdampak dengan aktivitas saya hari ini, aktivitas transportasi, aktivitas makan dan aktivitas blogging saya (akhirnyaaa punya waktu juga buat posting bertubi2 hari ini, wkwkwkw)

terima kasih hujan...
saya bisa menembus badai di pagi hari untuk ke bogor sajaa trus balik lagi *lebaaaay
saya bisa menunggu kereta yang tak kunjung datang di stasiun bersama puluhan orang lainnya..
saya bisa membuat teman saya menunda lab sampe besok...
saya libuurrr...
saya bisa makan 2x sampe siang iniii...
saya bisa mulai posting hal2 gak penting lagi,

0

Middle of nowhere

Apa yang bisa saya share tentang penelitian saya? heee... okay, pengukuran untuk phospate udah dilakuin, dan saya udah dapet datanya,
kali ini perlakuan untuk TV 3 (sukajadi, bogor jawa barat) dan TV 18B (telaga bodas, Jawa Barat) baik Fraksi Liat dan Fraksi Nano, lupakanlah tentang si alofan sekarang namanya Fraksi Nano, saya juga bingung gimana cara identifikasi dia itu alofan atau bukan, sampai data analisis di jepang dateng,.
oke, perlukan yang 5 ppm kmaren dibuat deret lagi, dengan komposisi tabung :
5 ml ppm P masing2
10 ml fraksi liat/fraksi nano
1 ml CaCl2
ditunggu minimal sehari dengan pengocokan yang konstan..
abis itu disaring..
pipet lagi 5 ml + 2 ml asam askorbat
lansung biru deh warnanya....
dari kiri ke kanan jadi 0, 0,25 0,5 0,75 1, 1,25, 2,5 dan 5 ppm

hehehehee diukur pake spectrometer, nilai absorban dihitung sebagai sisa dari P yang tidak terjerap, HmmmPhh..
keluarlah grafik ini,


waaah knapa harus fraksi Liat yang memiliki kemampuan menjerap lebih tinggi ya, padahal seharusnya si Fraksi Nano yang punya luas permukan yang lebih besar, jadi lebih mudah menjerap P, hummm karna drafik ini masih menunjukkan pergerakan ke atas (blum stagnan) mari kita coba ke ppm yang lebih tinggi s/d 50 ppm P, siapa tau si Fraksi Nano lebih efektif di konsentrasi ituu...

0

and finally...

saya bingung mau nulis post apa yaa.... hahahaaa, senaaaangnyaaa...datanya gak ada yang minus setelah 9 kali ngulaaaaaaaaaang, yeahhh!!!
akhirnya di hari sabtu pun dibela2in uji sample again buat Phospat, diitung2 bukan dari H3PO4 ternyata blum ada di lab, jadinya pake KH2pO4.H2O kalo gak salah, ini sotoy-mode : on aja..hahahaa
dicoba di masing2 sample Tuff Volkan baik basa (pH 10) maupun asam (pH 4) baik nanoliat maupun fraksi liat...dan hasilnyaaa jenggg jengggg...
setelah satu jam...
yang terlihat lebih bening warna birunya (kadar P bisa diliat dari warna biru sample) ada di TV 18a (daerah telaga bodas, jawa barat) pH 4 nanoliat, keasyikan nguji sampe lupa foto2....
tapi sang dosen punya asumsi, dari komposisi uji coba yang kita buat 5 ml alofan/fraksi liat + 5 ml larutan P 5 ppm + 5 ml larutan P-B + 2 tetes larutan PC...
5 PPm itu terlalu pekat untuk dijerap oleh alofan yang disini 0,002482 alofan/gram tanahnya, jadi harus di kurangi lagi ke ppm terkecil, dicoba 1,25 ppm P,
dan karna larutan P-C dibuat pake HCl pekat, menyebabkan penurunan pH sampe gak keukur malah, bisa jadi alofan di pH 10 ancur semua...jadilah phosphate ini dipake buat alofan asam aja, atau sampe ketemu metode P yang ga pake asam dalam reaksinya...
mudah2an yang ini berhasil, trial error kadang2 membuat saya agak loyo buat ngikutinnya...hahahaa

0

ooops!

hampir aja hari ini gak ke lab. karna badan saya udah protes pulang pergi jkt-bogor (ternyata capee...) apalagi insiden kereta mogok di hari senin kemaren baru kerasa capeknya sekarang... besok perlu subsidi dari vitamin dah..

okay, sakarang saya nulis post ini di lab. sambil nunggu cawan untuk perhitungan kadar air ke-8 kali nya hahahaaa... hebat yah... learning by doing, insya Allah nempel banget itu si di kepala, trial error kali ini adalah : penimbangan harus dilakukan setelah 1 jam keluar oven,
jadi hari ini..
13.30 cuci cawan sama asam pekat-masuk oven
14,30 keluarin dari oven
15.30 timbang cawan
16.30 pipet @5 ml untuk 24 sample
jam berapa itu kelarnyaa.... timbangan di lanta1, oven di lantai 2...
semoga dapet pinjeman kunci lab. yosh! semangattt


ooops...ada kejadian luar biasa yg menyentil saya hari ini,
so
think before act,

0

no pain..no gain..


well, what should I write on my progress report? while I'm stuck in this step....,
yuup...saya masih stuck dalam menghitung kadar air yang hampir sebulan lalu dirancang sama-sama...masing-masing sample yang udah ditera ke labu akar 250 ml dari sekitar 30ml alofan bisa-bisa nanti udah abis cuma buat ngukur kadar air, karna nilai dari kadar air nanti yang bakal jadi acuan dalam memilih alofan/fraksi liat untuk aplikasi polutan organiknya...


masing-masing sample duplo, @5ml dan bisa2nya datanya minus..apa mungkin berat cawan kosong lebih berat dari pada cawan yang udah diisi alofan trus di oven?? kalopun alofannya menguap, seenggaknya sama dengan berat cawan kosong dunk...segitunya sebelum ditimbang, cawan kosong dimasukin ke oven dulu...hal2 kecil kayak gini yang ngebuat kami terus2an ngulang...mulai dari lupa masukin cawan kosong ke oven, data minus, range data terlalu jauh...sampe 6 kali ulangan...dan yang hari ini kita ukur minus semuaaa... uulang lagiiii...
semoga besok data nya bener valid dan baguss, so we can move to another step, get it done as soon as possible... ngiri ngeliat temen yang udah seminar...

saya jadi inget waktu dulu jaman SMP ikut ekskul KIR IPA, materi pas pertama kali masuk ya..sifat-sifat yang harus dimiliki ilmuan, dulu apal banget..skarang kurang lebih ini yg saya inget : 1. objektif, 2. jujur, 3. tidak pernah menyerah, 4.selalu ingin tahu..
hal itu ada dalam diri... DOSEN sayaaa...hahahahaaa

apapun kalo dijalani tanpa beban pasti kerasa mudah...I'm so thankful that I'm not alone, so...kita jalanin aja bareng2, selesaiii...
kalo prinsip temen saya : sesuatu yang berharga hanya bisa didapatkan dengan cara yang gak mudah,
saya percaya apa yang kita jalanin skarang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga (lebaymode:on) #motivate-me

0

Progress REPOT


Apa kabar penelitian saya? hahahaaa entahlah, berasa lari di tempat, dan siap mendengarkan aba2 (tapi aba2nya koq lama yaaa) loyo lagii... padahal sebelum saya konsultasi sama dosen hari ini, saya merasa semangat penelitian saya di charge penuh sama dosen saya, just like one step closer, ekstraksi alofan udah beres, nah tinggal aplikasi ke polutan organik, beres. seminar, sidang, lulus... haaaaa~~
dan tumbennya hari itu dosen saya sabar...lagi oke emosinya, lagi baiik...jadinya kan gampang mencerna tiap kata2nya masuk ke kepala saya,
intinya hari itu kita mau coba phosphate sebagai polutannya, di ekstraksi dari H3PO4 dan CaCL2 sebagai background electrolite nya.. ngitung bareng-bareng, bikin deret sample antara 0-400ppm P (awalnya saya bener2 lupa itungan ppm`part per milion ituu) sampe soree gak kerasa diskusi, akhirnya sepakat masing- masing dari kita bikin metode ala kita sendiri di selembar kertas A4 buat ditunjukin ke dosen saya...
sampe rumah udah malem lagii...tidur bentar eh udah pagii lagi mesti berangkat k bogor lagiii...
dan saya belum ngerjain metode yang di kertas selembar A4 ituu...omigod omigoodd bagaimana iniii...
akhirnya saya ngerjain hitung2an kimia dan kebutuhan bahan di angkot, ngegambar metode di kereta sajaa,,, dan hasilnya seperti ini

itu kertas nyomot dari manaa... dan sejak kapan labu ukur berbentuk segi limaa, hadeeeuuhh... ahhh yang penting selesaiii...
deg2an pas kasih ke dosen saya, pasti mengundang banyak comment niii...tapi ternyata punya saya yang paling simple dan mudah yaaa iyaa bikinnya juga diatas kereta paakk

minta bahan kimia di lab gak kayak beli permen di warung yaaa... udah hampir 4 bulan di lab. masi aja ngurusin surat ini-ituu..telat dan repot banget agaknya hari gini baru ngurusin beginian agaknya minggu ini gak bisa running ke sample phosphate, blum lagi nanti amonium trus limbah, yahhh smangat lahh...
I do believe we have the same purpose on it...


0

we totally lost our direction..



hampir seminggu gak ke lab. dan konsultasi sama dosen pembimbing saya alasannya c mau prepare buat ujian... tapi jujur yaaa saya memang sudah benar2 jenuh sama penelitian ini..mungkin itu juga yang dirasain sama kedua teman lab. saya..
memang saya ini bukan yang berjiwa peneliti sama sekali, rasa ingin tahu saya mudah tertutup dengan perasaan gampang bosan dan cendrung pasrah... hahahahaa the simple one yang keras kepala, keras kepala sama kebosanannya, "kalo udah bosen, ya udah jangan diterusin lagi"
hmmmh labil banget si prinsip hidup sayaa...


oke, cukup 2 jam saya menunggu dosen saya di kampus buat diskusi, disamping itu gak ada kegiatan lain yang kita (saya, k'dedi dan sherlie) lakuin, bisa2nya akhirnya kita tidur di lab.
akhirnya dosen saya datang,,,

mulailah napas kita gak teratur...masuk ruangannya dorong2an...

"okay, mau apa kalian ke sini? apa yang mau dibicarakan? bgaimana progress reportnya?"
hening...

seperti biasa, mulailah bapaknya yang ngomong...
"jadi, metode penelitian kita ini udah bisa jadi tulisan, dibandingkan metode sebelumnya, kalian bisa saja...etc...." dst..dst..

kita manggut-manggut...

"terus apa kelebihannya?!"

"sederhana pak!" kata saya...

"dibandingkan?"

"metode yang infra red ituu..." jawab saya sambil lirik-lirik kanan kiri..

"yang kayak gimana?"

"hemmmm"
mulailah saya dan sherlie liat2an ... hahahahaa

"kalo ngomong tu yang fokus..."
sepertinya pak untung udah mulai kesel...

dan mulailah pertanyaan logika dikeluarin...
dari mulai ngomongin roti gandum yang maksud saya kayak gini


adaaa aja pertanyaannya...
"lah kalo roti tawar yang putih2 itu memangnya dari apa?" kata bapaknya
"terigu.." mwahahahaa hodoobb
"terigu dari apaaaa"
"ganduumm"
"kenapa yg putih namanya juga bukan roti gandum juga?"
ahhh memang saya selalu salah paaakk...


ternyata emang dua2nya dari gandum cuma yang coklat2 itu sama kulit2nya diolah, kalo yang putih isinya ajaa, lebih bagus makan yg "roti gandum" alias whole wheat bread (kadang2 istilah di english bagus juga, bisa tau kalo semua termasuk kulit2nya gandum di pake semua) selain kaya serat , terhindar dari penyakit beri2, itu yg penyakit yg disebabkan kurang vitamin B kayak masak beras nyucinya jangan bersih2 juga...biar gak abis vitamin B nya,
infoo..ya ampuun yg begini aja saya baru tau...

belum lagi pertanyaan aneh2 lainnya yg dijawab bikin salah, hahahaa

"berapa berat air 1 botol 500ml?"
"berapa luas lapangan sepak bola?"
"berapa berat tanah 1 hektar kedalaman 20 cm?"
"lapangan bola itu dari persegi panjang apa 2 bujur sangkar jadi 1?"

dan terakhir ngomongin iklan pond's yg kayak ini..
karbon aktif yang luas permukaannya sangat besar dapat mengikat apa aja yang ada di sekitarnya, liat aja airnya yang tadi hitam bisa jadi jernih begitu dimasukin karbon aktif...
kurang lebih aplikasi alofan kita kayak gitu,bedanya si alofan ini lebih kecil, skala nano dan bermuatan (+) maupun (-), alofan ini bakal menjerap polutan yang bermuatan negatif kayak phosphate (sabun2 detergen ituu), atau amonium yg bermuatan positif, bisa juga dua2nya kayak limbah pabrik...
setelah di jerap, misalnya phosphate, bakal ngendap, dan endapannya itu bisa jadi pupuk P...
simple yaa..
bayangin aja kalo ada sungai tercemar phospahte dan di kanan-kiri badan sungai itu banyak deposit alofannya...bisa gak yaa

gak lama c kita di ruangan dosen pembimbing... tapi belajar banyak hal bukan? dari A-Z..
knapa coba sebentar?
karna kita gak ngomong2...dan he expected too much for a ordinary people like us...

"skarang kalo gak tau mau ngomong apa, mending kalian keluar aja, kembali lagi kalo ada yang bener2 bisa kalian omongin, saya gak marah lhoooo"

keluarlah kita kayak maling, gak ada suaranya, hahahaha
lemess...


Back to Top